Ajaran sifat melawan hukum materiil yang dianut di Indonesia yakni Yurispruidensi MA RI No: 42 K/Kr/1965 tanggal 08 Januari 1966. Yang mana dalam yurisprudensi ini memberikan pengertian sifat melawan hukum secara negatif, yaitu sekalipun perbuatan terdakwa melanggar undang-undang akan tetapi apabila perbuatan terdakwa itu ditinjau dari sudut yang lain yaitu:

1. Terdakwa tidak terbukti mengambil atau mendapatkan keuantungan dari perbuatan itu;

2. Faktor-faktor kepentingan umum/publik/masyarakat terlayani;  dan

3. Faktor tidak adanya kerugian keuangan negara.

Maka perbuatan terdakwa tersebut tidak bersifat melawan hukum.

Diambil dari Legal Memorandum Terhadap Putusan PN Purwokerto No: 174/Pid.B/2009/PN Pwt tgl 27 Agustus 2009 disusun oleh Noor Aziz Said, SH, MS (Dosen FH Undoes) tanggal 30 September 2009