Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Memori of Masohi

Memori of Masohi

KEJAKSAAN NEGERI LUBUKLINGGAU

Jalan Depati Said Nomor 2 Kota Lubuklinggau Propinsi Sumatera Selatan

          

         “UNTUK KEADILAN”                    

P-42

SURAT TUNTUTAN

No.Reg.Perk :  PDM-21/LLING/01/2013

 

  1. I.     PENDAHULUAN

 

Majelis Hakim yang kami muliakan,

Terdakwa yang kami hormati,

Para Pengunjung sidang yang kami hormati

 

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala nikmat dan rahmat-NYA kita semua tetap diberikan kekuatan dan semangat dalam tugas penegakan hukum sebagai perwujudan nyata tekad dan tuntutan rakyat Indonesia di era reformasi untuk mewujudkan supremasi hukum. Oleh sebab itu, kami sampaikan terima kasih kepada Majelis Hakim yang telah dengan bijak dan adil senantiasa sabar memimpin persidangan ini. Kepada  terdakwa kami sampaikan terima kasih, karena tetap sabar dalam mengikuti jalannya persidangan.

Peraturan tentang pisau di Australia mungkin satu diantara banyak peraturan yang berlaku secara ketat. Di Negara bagian Victoria bahkan, peraturan ini seakan berbunyi, seluruh pisau tidak terkecuali pisau makan meja  (table knife) adalah illegal, kecuali pisau tersebut akan digunakan untu hal yang legal contonya untuk makan. Kalimat ini mungkin rancu atau terkesan lucu, tetapi hal ini berarti bahwa membawa pisau ini ke sekolah, atau di tempat terbuka lain dan digunakan untuk memotong tambang, yang bukan peruntukannya, adalah sebuah kejahatan.

Di negara bagian Victoria, seluruh jenis pisau baik fixed maupun folding knife dikategorikan sebagai Senjata yang diatur/mempunyai peraturan (Regulated Weapon), dan seseorang dilarang memiliki dan memperlihatkan, membawa atau menggunakan regulated weapon kecuali dibawa dalam keadaan aman yang sesuai dengan izin secara hukum yang mengatur kepemilikan, bagaimana cara membawanya atau bagaimana cara menggunakannya. izin secara hukum (lawful excuse) ini termasuk: a). Penegakan hukum dalam berbagai macam tindakan dan kegiatannya dan b). Keikutsertaan dalam kegiatan olahraga, rekreasi atau hiburan yang diatur secara hukum.

Perlakuan yang kaku dan sangat membatasi pada pisau khususnya pisau lipat  dapat ditemui di negara Jerman (Republik Federal Jerman). Dengan alasan yang khusus mengingat sangat banyak digunakan oleh anggota geng, pelaku kriminal dan sangat intimidatif pisau dengan jenis Balisong/Buterfly knife, telah di larang di Jerman dalam bentuk dan rupa apapun.Hanya saja akibat dari peraturan ini tindak kriminal di Jerman menemukan cara lain, penggunaan pisau lipat jenis yang lain telah mendominasi kekerasan di negara tersebut, dan untuk menghindari hal ini Pemerintah Jerman “melakukan Terobosan”dengan mengeluarkan peraturan bahwa seluruh pisau (Single Handed Opening) adalah illegal. Pisau dengan bantuan tombol, dan segala macam alat bantu lain yang memungkinkan pisau tersebut didorong membuka hanya dengan jempol adalah dilarang. Terlepas dari penggunaan/peruntukan sebenarnya pisau tersebut untuk memotong tambang saat seorang pendaki sedang memegang tambang pada tangan yang satunya, atau banyak pekerjaan yang lain yang membutuhkan hanya satu tangan untuk membuka pisau, atau  utility knife seperti pisau cutter yang biasa kita kenal, pisau jenis ini dilarang. Sumber: http://www.facebook.com/notes/t-aditya-kurniawan/legalisme-membawa-senjata-tajam/10151217491783830 diakses pada tanggal 01 April 2013.

 

Majelis Hakim yang kami muliakan,

Terdakwa yang kami hormati

Para Pengunjung sidang yang kami hormati

 

Kami selaku Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Lubuklingau dengan memperhatikan hasil pemeriksaan persidangan dalam perkara atas nama terdakwa:

 

  1. 1.        Identitas Terdakwa

 

N a m a : HARDIANSYAH Alias HAR NOMAN Bin SUHIT
Tempat Lahir : Desa Noman
Umur/Tgl.Lahir : 44 tahun / 15 Desember 1968
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Tinggal : Jalan Kenanga I Lorong Sejahtera Nomor 35 RT 10, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau
A g a m a : Islam
Pekerjaan : Swasta
Pendidikan : SMP

 

  1. 2.        Dakwaan

Dakwaan sebagaimana yang telah kami bacakan pada hari RABU tanggal 18 Pebruari 2013 dan telah dimengerti oleh terdakwa serta turunan Surat Dakwaan tersebut sudah diterima oleh terdakwa dengan dakwaan tunggal, yaitu:

 

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah “ordonnantietijdelijke bijzondere strafbepalingen” (Stbl. 1948 Nomor 17) dan Undang-undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948.

 

  1. 3.    Uraian Pelimpahan Perkara.
    1. Surat Pelimpahan Perkara Acara Pemeriksaan Biasa Nomor: B-413/N.6.16/APB/01/2013 tanggal 31 Januari 2013 atas nama terdakwa HARDIANSYAH ALIAS HAR NOMAN BIN SUHIT ke Pengadilan Negeri Lubuklinggau.
    2. Surat Penetapan Ketua Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Lubuklinggau Nomor:  43/Pid.B/2013/PN.Lubuklinggau tanggal 04 Pebruari 2013 dengan Acara Pemeriksaan Biasa.
    3. Sidang berjalan sebanyak 3 (tiga) kali dimulai dari pembacaan Surat Dakwaan, pemeriksaan saksi-saksi sampai dengan pemeriksaan terdakwa.

 

 

  1. II.     FAKTA SIDANG

Fakta yang terungkap dalam pemeriksaan dipersidangan, berturut-turut berupa keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa, keterangan ahli, surat, petunjuk dan barang bukti sebagai berikut :

 

  1. 1.    KETERANGAN SAKSI-SAKSI :
    1. a.    Saksi PEBRIANTO BIN ISMAIL, di sidang Pengadilan di bawah sumpah menurut agama Islam pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

–      Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2012 sekira Pukul 09.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat) terdakwa dengan naik ojek sedang menuju cucian mobil sahabat di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau dengan tujuan mengambil mobil yang sedang dicuci.

–      Bahwa benar ketika sampai di tempat tujuan terdakwa langsung ditangkap oleh anggota Polres Lubuklinggau yaitu saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman yang sedang melakukan patroli atau razia.

–      Bahwa benar Terdakwa merupakan target operasi atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lubuklinggau dalam perkara penyalahgunaan narkotika.

–      Bahwa benar Saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman memeriksa seluruh anggota tubuh atau badan terdakwa.

–      Bahwa benar pada pemeriksaan tersebut ditemukan 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk bergagang kayu warna cokelat muda bersarung kertas warna putih merah dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm (centimeter) yang diselipkan pada pinggang bagian kiri terdakwa.

–      Bahwa benar kemudian saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman langsung memborgol terdakwa dan terdakwa langsung dibawa ke Polres Lubuklinggau.

–      Bahwa benar ketika di Mapolres Lubuklinggau terdakwa mengakui bahwa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut adalah milik atau kepunyaan dari terdakwa.

–      Bahwa benar terdakwa membawa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang memberikan izin dan tidak berkaitan dengan pekerjaan atau profesinya.

 

Atas keterangan di atas, Terdakwa membenarkan Keterangan Saksi.

 

  1. b.   Saksi ANDI SAPUTRA Bin ARIEF USMAN, di sidang Pengadilan di bawah sumpah menurut agama Islam pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

–      Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2012 sekira Pukul 09.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat) terdakwa dengan naik ojek sedang menuju cucian mobil sahabat di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau dengan tujuan mengambil mobil yang sedang dicuci.

–      Bahwa benar ketika sampai di tempat tujuan terdakwa langsung ditangkap oleh anggota Polres Lubuklinggau yaitu saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman yang sedang melakukan patroli atau razia.

–      Bahwa benar Terdakwa merupakan target operasi atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lubuklinggau dalam perkara penyalahgunaan narkotika.

–      Bahwa benar Saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman memeriksa seluruh anggota tubuh atau badan terdakwa.

–      Bahwa benar pada pemeriksaan tersebut ditemukan 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk bergagang kayu warna cokelat muda bersarung kertas warna putih merah dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm (centimeter) yang diselipkan pada pinggang bagian kiri terdakwa.

–      Bahwa benar kemudian saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman langsung memborgol terdakwa dan terdakwa langsung dibawa ke Polres Lubuklinggau.

–      Bahwa benar ketika di Mapolres Lubuklinggau terdakwa mengakui bahwa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut adalah milik atau kepunyaan dari terdakwa.

–      Bahwa benar terdakwa membawa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang memberikan izin dan tidak berkaitan dengan pekerjaan atau profesinya.

 

Atas keterangan di atas, Terdakwa membenarkan Keterangan Saksi.

  1. 2.    KETERANGAN TERDAKWA :
  • HARDIANSYAH ALIAS HAR NOMAN BIN SUHIT, di depan persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
    • Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2012 sekira Pukul 09.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat) terdakwa dengan naik ojek sedang menuju cucian mobil sahabat di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau dengan tujuan mengambil mobil yang sedang dicuci.
    • Bahwa benar ketika sampai di tempat tujuan terdakwa langsung ditangkap oleh anggota Polres Lubuklinggau yaitu saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman yang sedang melakukan patroli atau razia.
    • Bahwa benar Terdakwa merupakan target operasi atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lubuklinggau dalam perkara penyalahgunaan narkotika.
    • Bahwa benar Saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman memeriksa seluruh anggota tubuh atau badan terdakwa.
    • Bahwa benar pada pemeriksaan tersebut ditemukan 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk bergagang kayu warna cokelat muda bersarung kertas warna putih merah dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm (centimeter) yang diselipkan pada pinggang bagian kiri terdakwa.
    • Bahwa benar kemudian saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman langsung memborgol terdakwa dan terdakwa langsung dibawa ke Polres Lubuklinggau.
    • Bahwa benar ketika di Mapolres Lubuklinggau terdakwa mengakui bahwa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut adalah milik atau kepunyaan dari terdakwa.
    • Bahwa benar terdakwa membawa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang memberikan izin dan tidak berkaitan dengan pekerjaan atau profesinya.

 

Keterangan terdakwa bersesuaian dengan keterangan saksi-saksi dan bersesuaian dengan barang bukti.

 

  1. 3.    KETERANGAN AHLI

 

  1. 4.    SURAT

 

  1. 5.    BARANG BUKTI

Terhadap barang bukti telah dilakukan penyitaaan yang sah menurut hukum berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Lubuklinggau Nomor: 656/ST/PEN.PID.2012/PN.LLG tanggal 06 Nopember 2012, sehingga dapat dipergunakan sebagai barang bukti yang sah dan memiliki kekuatan pembuktian. Adapun barang bukti tersebut antara lain:

 

1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk terbuat dari besi yang bergagang terbuat dari kayu warna coklat, bersarung kertas warna putih dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm.

 

Barang bukti bersesuaian dengan keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa.

 

  1. III.     ANALISIS FAKTA

Dari keseluruhan fakta-fakta yang terungkap di persidangan berdasarkan keterangan saksi-saksi, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa dalam perkara ini telah memperoleh alat bukti, maka terlebih dahulu kami akan melakukan penilaian terhadap alat bukti tersebut apakah telah memenuhi syarat sebagai alat bukti yang sah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP sehingga dapat digunakan untuk membuktikan unsur delik yang kami dakwakan kepada terdakwa sebagai berikut:

 

  1. 1.      Terhadap Keterangan Saksi

Dipersidangan telah didengar keterangan saksi yaitu saksi PEBRIANTO dan saksi ANDI SAPUTRA. Saksi–saksi tersebut dalam memberikan keterangannya telah mengucapkan sumpah menurut tata cara agama Islam dan keterangan yang diberikan di sidang secara bebas tanpa paksaan, tanpa tekanan dan keterangan yang diberikan merupakan keterangan yang ia dengar, lihat dan alami sendiri.

 

Setelah saksi-saksi tersebut memberikan keterangannya, keterangan tersebut bersesuaian antara satu dengan yang lain sehingga telah memenuhi ketentuan Pasal 1 angka 27, Pasal 153 ayat (2) huruf b, Pasal 160 ayat (2) dan (3), Pasal 164 ayat (1), Pasal 166 dan Pasal 185 ayat (1), (6) KUHAP. Dengan demikian keterangan para saksi tersebut merupakan alat bukti yang sah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 184 ayat (1) huruf a KUHAP.

 

  1. 2.      Terhadap Keterangan Terdakwa

Dipersidangan telah didengar keterangan terdakwa HARDIANSYAH ALIAS HAR NOMAN BIN SUHIT telah melakukan membawa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk terbuat dari besi yang bergagang terbuat dari kayu warna coklat, bersarung kertas warna putih dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm.

 

Setelah terdakwa memberikan keterangannya, keterangan tersebut bersesuaian antara satu dengan yang lain sehingga telah memenuhi ketentuan Pasal 189 KUHAP. Dengan demikian keterangan para saksi tersebut merupakan alat bukti yang sah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 184 ayat (1) huruf e KUHAP.

 

  1. 3.      Terhadap Keterangan Ahli

 

  1. 4.      Terhadap Surat

 

  1. 5.      Petunjuk

Berdasarkan Pasal 188 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP yang dimaksud dengan Petunjuk adalah perbuatan, kejadian atau keadaan, yang karena persesuaiannya baik anatara yang satu dengan yang lain, maupuin dengan tindak pidana itu sendiri menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan terdakwalah pelakunya. Petunjuk sebagiamana dimaksud hanya dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat dan keterangan terdakwa.  Dari keterangan saksi, keterangan terdakwa, dan surat yang merupakan alat bukti yang sah dan bersesuaian antara yang satu dengan yang lain, maka diperoleh petunjuk sebagai berikut:

  • Persesuaian antara keterangan terdakwa dengan keterangan saksi-saksi:

–          Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2012 sekira Pukul 09.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat) terdakwa dengan naik ojek sedang menuju cucian mobil sahabat di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau dengan tujuan mengambil mobil yang sedang dicuci.

–          Bahwa benar ketika sampai di tempat tujuan terdakwa langsung ditangkap oleh anggota Polres Lubuklinggau yaitu saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman yang sedang melakukan patroli atau razia.

–          Bahwa benar Terdakwa merupakan target operasi atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lubuklinggau dalam perkara penyalahgunaan narkotika.

–          Bahwa benar Saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman memeriksa seluruh anggota tubuh atau badan terdakwa.

–          Bahwa benar pada pemeriksaan tersebut ditemukan 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk bergagang kayu warna cokelat muda bersarung kertas warna putih merah dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm (centimeter) yang diselipkan pada pinggang bagian kiri terdakwa.

–          Bahwa benar kemudian saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman langsung memborgol terdakwa dan terdakwa langsung dibawa ke Polres Lubuklinggau.

–          Bahwa benar ketika di Mapolres Lubuklinggau terdakwa mengakui bahwa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut adalah milik atau kepunyaan dari terdakwa.

–          Bahwa benar terdakwa membawa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang memberikan izin dan tidak berkaitan dengan pekerjaan atau profesinya.

 

  1. 6.      Terhadap Barang Bukti

Dipersidangan telah dihadirkan barang bukti berupa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk terbuat dari besi yang bergagang terbuat dari kayu warna coklat, bersarung kertas warna putih dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm.

 

Barang bukti tersebut bersesuaian dengan keterangan terdakwa dan keterangan para saksi sehingga telah memenuhi ketentuan dalam Pasal 1 angka 16, Pasal 38 sampai dengan Pasal 46 KUHAP. Olah karena itu, barang bukti tersebut sah dan benar menurut hukum dan mempunyai kekuatan pembuktian.

 

 

  1. IV.     ANALISA YURIDIS

 

Majelis Hakim yang kami muliakan,

Terdakwa yang kami hormati,

Para pengunjung sidang yang kami hormati,

 

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan dari keterangan saksi-saksi, surat dan keterangan terdakwa, maka sampailah kami pada pembuktian mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan. Bahwa dakwaan yang diajukan terhadap terdakwa adalah dakwaan berbentuk alternatif, oleh karenanya kami akan membuktikan dakwaan yang dipandang terbukti keseluruhan unsur-unsurnya. Bahwa dakwaan yang terbukti tersebut adalah Dakwaan Tunggal, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah “ordonnantietijdelijke bijzondere strafbepalingen” (Stbl. 1948 Nomor 17) dan Undang-undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948, dengan unsure-unsur antara lain:

 

  1. 1.        Barang siapa.
  2. 2.        Tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen).

 

Pembahasan:

 

  1. 1.      Unsur Barangsiapa  ;

Bahwa perumusan unsur “barangsiapa” dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) menunjuk pada subyek hukum sebagai pelaku suatu delik, yaitu “setiap orang” yang dipandang mampu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya menurut hukum.

Bahwa yang diajukan dipersidangan sebagai pelaku delik (terdakwa) dalam perkara ini adalah “orang” yang bernama HARDIANSYAH ALIAS HAR NOMAN BIN SUHIT dan terhadap terdakwa tidak ada alasan pembenar dan alasan pemaaaf.

Unsur ini telah terpenuhi dengan fakta yang terungkap dipersidangan :

–          Bahwa benar saat Penuntut Umum membacakan surat dakwaan yang antara lain menyebutkan identitas terdakwa, terdakwa membenarkan atas identitas tersebut.

–          Bahwa benar terdakwa dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

–          Bahwa benar menurut keterangan para saksi dan terdakwa yang dimaksud dalam surat dakwaan dan yang melakukan perbuatan yang didakwakan adalah terdakwa dalam perkara ini.

 

Sehingga memang terdakwalah yang dimaksud oleh Penuntut Umum yang didakwa sebagai pelaku tindak pidana dalam perkara ini.

 

Dengan demikian unsur “barangsiapa” telah terbukti dan terpenuhi secara sah menurut hukum.

 

  1. 2.      Tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen).

 

Unsur ini telah terpenuhi dengan fakta yang terungkap dipersidangan :

–          Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2012 sekira Pukul 09.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat) terdakwa dengan naik ojek sedang menuju cucian mobil sahabat di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau dengan tujuan mengambil mobil yang sedang dicuci.

–          Bahwa benar ketika sampai di tempat tujuan terdakwa langsung ditangkap oleh anggota Polres Lubuklinggau yaitu saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman yang sedang melakukan patroli atau razia.

–          Bahwa benar Terdakwa merupakan target operasi atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lubuklinggau dalam perkara penyalahgunaan narkotika.

–          Bahwa benar Saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman memeriksa seluruh anggota tubuh atau badan terdakwa.

–          Bahwa benar pada pemeriksaan tersebut ditemukan 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk bergagang kayu warna cokelat muda bersarung kertas warna putih merah dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm (centimeter) yang diselipkan pada pinggang bagian kiri terdakwa.

–          Bahwa benar kemudian saksi Pebrianto Bin Ismail dan saksi Andi Saputra Bin Arief Usman langsung memborgol terdakwa dan terdakwa langsung dibawa ke Polres Lubuklinggau.

–          Bahwa benar ketika di Mapolres Lubuklinggau terdakwa mengakui bahwa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut adalah milik atau kepunyaan dari terdakwa.

–          Bahwa benar terdakwa membawa 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk tersebut tidak mempunyai izin dari pihak yang berwenang memberikan izin dan tidak berkaitan dengan pekerjaan atau profesinya.

 

Dengan demikian unsur “Tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen)” telah terbukti dan terpenuhi secara sah menurut hukum.

 

Majelis Hakim yang terhormat dan mulia,

 

Mengingat keseluruhan unsur-unsur yang termuat dalam Dakwaan tersebut di atas telah terbukti dan terpenuhi secara sah menurut hukum. Berdasarkan hal tersebut maka  kami Jaksa Penuntut Umum berpendapat, bahwa terdakwa HARDIANSYAH ALIAS HAR NOMAN BIN SUHIT telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen)” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah “ordonnantietijdelijke bijzondere strafbepalingen” (Stbl. 1948 Nomor 17) dan Undang-undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948.

Sebelum sampai kepada tuntutan pidana atas diri terdakwa, perkenankanlah kami mengemukakan hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengajukan tuntutan pidana ini, yaitu:

 

Hal – hal yang memberatkan:

–       Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

–       Perbuatan terdakwa mengganggu keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.

–       Terdakwa merupakan target operasi Polres Lubuklinggau dalam perkara penyalahgunaan narkotika yang saat ini sedang diproses oleh PN Lubuklinggau.

 

Hal – hal yang meringankan:

–            Terdakwa berterus terang dalam memberikan keterangan, mengakui, dan menyesali perbuatannya.

–            Terdakwa berlaku sopan dalam persidangan.

–            Terdakwa belum pernah dihukum.

 

Berdasarkan uraian tersebut di atas, kami Penuntut Umum dalam perkara ini, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 182 ayat (1) huruf a, Pasal 22 ayat (4), Pasal 193 dan ketentuan Pasal 222 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), serta peraturan perundang-undangan yang bersangkutan :

 

 

 

M  E  N  U  N  T  U  T

 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubuklinggau yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan :

  1. Menyatakan terdakwa HARDIANSYAH ALIAS HAR NOMAN BIN SUHIT telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Menguasai atau membawa, senjata penikam atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen)”, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah “ordonnantietijdelijke bijzondere strafbepalingen” (Stbl. 1948 Nomor 17) dan Undang-undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948.
  2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa HARDIANSYAH ALIAS HAR NOMAN BIN SUHIT dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 3 (tiga) bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan.
  3. Menyatakan barang bukti berupa:

–          1 (satu) 1 (satu) bilah pisau penikam atau penusuk terbuat dari besi yang bergagang terbuat dari kayu warna coklat, bersarung kertas warna putih dengan panjang kira-kira 12 (dua belas) cm.

Dirampas untuk dimusnahkan.

  1. Membebankan terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000,00 (dua ribu rupiah).

 

Demikian surat tuntutan ini kami bacakan dan diserahkan kepada Ketua Majelis Hakim / Majelis Hakim di muka persidangan Pengadilan Negeri Lubuklinggau dalam sidang pada hari …………. tanggal …… bulan APRIL tahun 2013

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan dan keteguhan hati  kepada Majelis hakim yang mulia, untuk memberikan putusan yang adil dan bijak bagi terdakwa dan berkeadilan bagi masyarakat, terimakasih.

 

 

Hormat saya,

PENUNTUT UMUM

 

 

 

BUDI SETYAWAN, S.H.,M.H.

Ajun Jaksa Madya NIP. 19860612 200812 1 001